Jalur Pegunungan steril dari truk
30 Dec 2009 Leave a Comment
in news
Menyongsong antusiasme masyarakat merayakan malam pergantian tahun di sejumlah obyek wisata pegunungan di Jawa Tengah, mulai Kamis (31/12/2009) truk-truk angkutan barang dilarang melintas di jalur wisata pegunungan seperti jalur wisata gardu Pandang Ketep di Kabupaten Magelang.
Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informasi Jawa Tengah Kris Nugroho menyatakan, Rabu (30/12/2009), larangan itu harusnya ditaati, baik oleh truk angkutan pasir maupun truk angkutan barang nonbahan pangan.
Tujuannya, membantu kenyamanan wisatawan menuju lokasi wisata Ketep, yang lebar jalannya memang rata-rata kurang dari delapan meter.
Kris Nugroho menyatakan, hampir semua jalur jalan menuju ke sejumlah obyek wisata pegunungan di Dieng (Wonosobo), Ketep (Magelang), Bandungan (Kabupaten Semarang), Guci (Kabupaten Tegal), Kopeng di Salatiga, Losari Plantation di Grabag Magelang, Argo Tlogo, Tuntang, dan candi-candi di Karanganyar masih sempit.
Lebar jalur jalan wisata itu hanya menampung dua mobil yang bersimpangan arah. “Karena jalan yang sempit, padahal setiap tahun baru jumlah wisatawan yang menuju ke obyek wisata meningkat, dipastikan jalur itu akan sangat padat penuh kendaraan mobil dan motor,” kata Kris Nugroho.
Di samping jalan yang sempit, Kepala Dinas Bina Marga Jawa Tengah Danang Atmodjo mengatakan, aparat bersiaga terutama di jalur-jalur jalan pegunungan yang rawan longsor. Di samping rawan longsor, juga ada pengerjaan jalan di jalur wisata yang bisa mengganggu perjalanan wisatawan ke obyek wisata yang dituju.
“Pekerjaan jalan itu seperti terjadi di jalur wisata Randudongkal Bantarbolang, yakni jalur wisata dari Pemalang menuju ke Purbalingga ke lokasi wisata Owabong, yang terkenal wahana wisata airnya,” kata Danang Atmodjo.
Kesiagaan aparat terkait musim hujan ini, diperkirakan terdapat enam jalur wisata favorit yang rawan longsor dan membahayakan bagi wisatawan yang kali pertama berkunjung.
Please to comment this site